Pernyataannya Dinilai Kesalahan Fatal, Usman Hamid: Gatot Tidak Paham Sejarah PKI

  


Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid menilai, Gatot Nurmantyo tidak paham sejarah PKI dan menyederhanakan masalah.

Mantan Panglima TNI  itumenyatakan, orang yang menghentikan pemutaran film PKI dan penghapusan mata pelajaran G30S/PKI di bangku sekolah, merupakan bagian dari PKI yang sebenarnya sudah dibubarkan sejak tahun 1960-an.

“Logika itu terlalu lompat-lompat dan menyederhanakan masalah. Justru ada dua hal, yang pertama tentang film G30S/PKI yang disebut penghianatan. Kedua, dari paham komunisme atau marxisme,” ujar Usman Hamid.

Menurut Usman, pernyataan Gatot fatal dan merupakan kesalahan besar. Pasalnya, orang yang menginstruksikan penghapusan pemutaran film PKI adalah Menteri Penerangan, Letnan Purnawirawan Yunus Yosfia.

Oleh karena itu, pernyataan bahwa yang meminta penghentian pemutaran film itu adalah PKI merupakan suatu hal yang keliru atau fatal.

“Justru dalam pemerintahan Habibie kala itu, mau meninjau ulang,” jelas Usman.

Selain itu, Usaman menjelaskan, Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono yang ketika itu meninjau ulang soal mata pelajaran yang mengandung unsur PKI dan dinyatakan tidak benar.

“Yang kedua, Menteri Pendidikan kala itu, Juwono Sudarsono, yang melakukan peninjauan ulang, apakah pak Juwono PKI?

"Bukan, dia orang terdidik, Profesor apakah Pak Yunus Yosfia PKI? Bukan, dia Jenderal Angkatan Darat,” jelasnya.

Usman menilai, Gatot dinilai membangun inisiasi tanpa ada fakta dan bukti yang jelas. Selain dua nama itu, Gus Dur juga orang yang berusaha mencabut TAP MPRS yang melarang marxisme dan leninisme.

Gus Dur bukan PKIGus Dur anak Kyai, dan Gus Dur juga Kyai,” paparnya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada 29 tersangka yang telah ditetapkan oleh penyidik terkait penyerangan Mapolsek Ciracas.

Internetan Unlimited Cuma Rp1000 Pakai Tri

Berhubungan Badan dengan Sang Suami Setiap Hari, Mpok Alpa: Biar Semangat Kerja!